Gastronomic Tour

Categories : Other

Passion adalah pembeda dalam melakukan segala sesuatu. Bagaimana jika anak-anak muda yang hobby makan punya passion untuk melestarikan warisan kuliner Indonesia? Karena itulah lahir azanaya, perusahaan yang menawarkan paket tur kuliner sekaligus mempelajari kuliner asli Indonesia. Maka beruntunglah saya yang berkesempatan mengikuti acara grand launching Azanaya yang diadakan tgl 20 Mei 2008 lalu, bertepatan dengan hari kebangkitan nasional. Harapan mereka adalah bangkitnya kuliner Indonesia sehingga kuliner Indonesia bisa diketahui oleh generasi penerus dan dikenal sampai ke mancanegara.

Pada tur yang diberi nama Bogor Naturna gastronomic tour ini kami berkumpul di markas Azanaya jam 8 pagi dan disuguhi jajanan pasar seperti kue ku, bikang ambon, dan jentik manis. Setelah itu kami menuju ke Bogor di Jalan Rangga Gading untuk mencicipi makanan khas Laksa Penganten, dan Es Doger yang super duper enak… Ternyata rahasia laksa pengantennya adalah pake bunga kecombrang sebagai salah satu bumbunya ! Gak puas dengan itu kami menuju ke Surya Kencana untuk berburu Lumpia basah khas Bogor, Ngohiang, dan es mangga. Gak sekedar makan, tim Azanaya juga menjelaskan tentang sejarah makanan khas Indonesia itu, bumbu-bumbunya, juga mengajak setiap kami berinteraksi dengan penjualnya. Ini sebagai bentuk apresiasi kepada setiap pedagang makanan khas nusantara.

Yang paling ditunggu pun tiba, kami semua menuju pertanian organik yang dikelola oleh Yayasan Bina Sarana Bakti atau dikenal dengan nama Agatho. Ternyata ini berasal dari nama Romo Agatho yang mengelola pertanian organik itu bersama seorang rekan. Romo Agatho memberikan sambutannya yang ternyata membuka pemikiran kami semua. Ternyata organis bukan saja bercocok tanam tanpa menggunakan pestisida dan pupuk buatan, tapi organis artinya melayani dan tidak merusak alam. Sebenarnya alam akan memberikan sesuatu yang baik kepada kita, sayangnya demi uang kita cenderung merusak tanah dengan menggunakan pupuk kimia, pestisida, dll. Karena itu sistem pertanian yang dilakukan di Agatho benar-benar alami, berusaha bersahabat dengan alam, misalnya saja tanah yang sedang diistirahatkan ditutup dengan sisa tumbuhan supaya kondisi tanah di bawahnya tetap baik. Mereka menanam 50 jenis tanaman di Agatho dengan metode selang seling antar bedeng supaya hama tanaman tidak merajalela, karena masing-masing tanaman kan punya hama yang berbeda-beda.

Menutup perjalanan, kami singgah di Restoran Kalimantan untuk menyantap ikan patin bakar bambu. Hmm… sungguh sedap rasanya. Mau coba ?

Gastronomic Tour

Posted by marlin.silviana at June 8th, 2008 12:27pm | Trackback | RSS 2.0

Read some love...

3
  1. Lisa Virgiano Says:

    Hi, Marlin! Thanks sudah membuat review menarik acara grand launching Azanaya. Kami berharap warisan kuliner Indonesia masih tetap dapat dinikmati dan dikembangkan oleh kaum muda Indonesia. Proud being Indonesian and having a rich culinary treasures.. Kami terus menerus berdedikasi mencari tempat-tempat menarik lainnya di pelosok Jakarta untuk kami jadikan obyek wisata budaya makanan. Silakan hubungi www.azanaya.com untuk macam-macam paket menarik lainnya.

  2. Sumardy Says:

    Vi, menurutmu ada ide yg bisa diambil atau dikerjasamakan dengan azanaya tuk workshop kita? you came to this place, experiential and memorable, can you make it for our next workshop on July? any collaboration? please think out-of-the-box for both of us ;)

  3. Yoris Sebastian Says:

    wah sayang sekali saya nggak bisa ikutan karena hari tersebut Premier film Lost in Love…

    Next time surely i should join… obyek wisata budaya makanan banyak yang masih bisa digali dan dikembangkan

Give some love...