Archive

Archive for June, 2008


The Place mall in China

Categories : Other

The Place, yang terletak di Beijing China, telah memasang sebuah layar LED terbesar di dunia dengan ukuran panjang 250m dengan lebar 30m. Layar LED dapat dilihat di area seluas sekitar 7.500 meter persegi. Layar LED ini akan diisi dengan berbagai macam tema / film seperti pemandangan sebuah akuarium raksasa yang mungkin pernah kita lihat di SeaWorld, Ancol.

Sebagai informasi, ukuran lapangan sepak bola adalah sekitar 5.500 meter persegi. Jadi sudah bisa dibayangkan kan berapa besar layar ini? D

Bukan saja ukuran layarnya yang “raksasa” tetapi biaya yang harus dikeluarkan untuk membuat Layar LED ini adalah sekitar US$ 32 juta atau setara dengan 288 milyar rupiah.

Sepertinya Cina memang lagi “show off” yah? -)

 
0
Posted by adma.sari at Sunday, June 8th, 2008 12:27pm

Gastronomic Tour

Categories : Other

Passion adalah pembeda dalam melakukan segala sesuatu. Bagaimana jika anak-anak muda yang hobby makan punya passion untuk melestarikan warisan kuliner Indonesia? Karena itulah lahir azanaya, perusahaan yang menawarkan paket tur kuliner sekaligus mempelajari kuliner asli Indonesia. Maka beruntunglah saya yang berkesempatan mengikuti acara grand launching Azanaya yang diadakan tgl 20 Mei 2008 lalu, bertepatan dengan hari kebangkitan nasional. Harapan mereka adalah bangkitnya kuliner Indonesia sehingga kuliner Indonesia bisa diketahui oleh generasi penerus dan dikenal sampai ke mancanegara.

Pada tur yang diberi nama Bogor Naturna gastronomic tour ini kami berkumpul di markas Azanaya jam 8 pagi dan disuguhi jajanan pasar seperti kue ku, bikang ambon, dan jentik manis. Setelah itu kami menuju ke Bogor di Jalan Rangga Gading untuk mencicipi makanan khas Laksa Penganten, dan Es Doger yang super duper enak… Ternyata rahasia laksa pengantennya adalah pake bunga kecombrang sebagai salah satu bumbunya ! Gak puas dengan itu kami menuju ke Surya Kencana untuk berburu Lumpia basah khas Bogor, Ngohiang, dan es mangga. Gak sekedar makan, tim Azanaya juga menjelaskan tentang sejarah makanan khas Indonesia itu, bumbu-bumbunya, juga mengajak setiap kami berinteraksi dengan penjualnya. Ini sebagai bentuk apresiasi kepada setiap pedagang makanan khas nusantara.

Yang paling ditunggu pun tiba, kami semua menuju pertanian organik yang dikelola oleh Yayasan Bina Sarana Bakti atau dikenal dengan nama Agatho. Ternyata ini berasal dari nama Romo Agatho yang mengelola pertanian organik itu bersama seorang rekan. Romo Agatho memberikan sambutannya yang ternyata membuka pemikiran kami semua. Ternyata organis bukan saja bercocok tanam tanpa menggunakan pestisida dan pupuk buatan, tapi organis artinya melayani dan tidak merusak alam. Sebenarnya alam akan memberikan sesuatu yang baik kepada kita, sayangnya demi uang kita cenderung merusak tanah dengan menggunakan pupuk kimia, pestisida, dll. Karena itu sistem pertanian yang dilakukan di Agatho benar-benar alami, berusaha bersahabat dengan alam, misalnya saja tanah yang sedang diistirahatkan ditutup dengan sisa tumbuhan supaya kondisi tanah di bawahnya tetap baik. Mereka menanam 50 jenis tanaman di Agatho dengan metode selang seling antar bedeng supaya hama tanaman tidak merajalela, karena masing-masing tanaman kan punya hama yang berbeda-beda.

Menutup perjalanan, kami singgah di Restoran Kalimantan untuk menyantap ikan patin bakar bambu. Hmm… sungguh sedap rasanya. Mau coba ?

Gastronomic Tour

3
Posted by marlin.silviana at Sunday, June 8th, 2008 12:27pm